Tuesday, May 2, 2023

What You Should Know After You Say I Do (Tips Bangun Hubungan Pernikahan yang Sehat dan Bahagia)

 

Hello, folks!

Beberapa hari yang lalu, aku ikut webinar dari Trulav.id berjudul ‘After You Say I Do’. Di webinar tersebut, peserta diajak memahami framework yang menjelaskan logika kenapa hubungan susah seru, terbuka, dan respek, serta 3 step untuk memiliki relationship yang bisa works untuk jangka panjang. Let’s check it out.

Secret 1: Penyebab Relationship Susah Seru, Terbuka, dan Respek

Banyak pasangan yang nggak memahami esensi dari membangun suatu hubungan/pernikahan. Mindset yang benar yaitu relationship sebagai pelipatganda kebaikan dan kendaraan mencapai tujuan. Kebanyakan awalnya merasa hubungan dengan pasangan seru dan nyambung sehingga memutuskan untuk bersama. Namun, seiring berjalannya waktu, terungkaplah perilaku buruk pasangan serta adanya ego yang lapar sebagai wujud dari luka batin yang terjadi di masa lalu. Laparnya ego ini adalah penghalang pemahaman sehingga berisiko merugikan secara ekologis. Ego lapar ini dapat diindikasikan dari perilaku yang tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, sehingga berakibat kacaunya segala aspek kehidupan (ekonomi, relationship, parenting, dll). PR besar bagi pasangan dengan luka masa lalu adalah proses penyembuhan (trauma healing), sehingga akan didapatkan self esteem yang penuh sebagaimana fitrah manusia. Self esteem (menyayangi, menerima, dan merasa diri berharga) perlu dimiliki sebagai salah satu pondasi upgrade diri, di samping pemahaman tentang Power Zone (kekuatan diri atas hal-hal yang bisa dikontrol).

Jika pernikahan tidak memiliki tujuan yang jelas di awal, kemudian dibiarkan berlarut-larut dan ditambah tidak adanya keterbukaan, maka yang terjadi adalah hubungan akan minim respek. Fatal akibatnya jika tidak dibarengi dengan pertumbuhan kedewasaan antara suami dan istri.

Kesimpulan: Kecocokan + Keterbukaan = Respek

Secret 2: Tiga Hal yang Bikin Relationship Long Last

a.       Kecocokan (compatibility) adalah kesamaan antara tiga komponen yaitu tujuan (vision), hal-hal yang diyakini (beliefs), dan prinsip/nilai (values) adalah hal yang sangat membantu jika terjadi konflik.  Setelah Terbukti Cocok, Biasakan Terus Bangun Keakraban (Keseruan yang berkelanjutan)

Tugas utama otak manusia adalah kemampuan bertahan hidup (survivability), sehingga kita akan merasa aman jika berbicara dengan orang yang memiliki kemiripan dengan kita. Manusia cenderung menolak pemikiran dari orang yang tidak akrab / tidak mirip pola pikirnya dengan kita. Kemiripan pola pikir jauh lebih kuat daripada sekedar bahasa tubuh dan verbal. Seru yang berkelanjutan adalah hubungan yang tumbuh ke arah yang sama dan pada akhirnya akan berkolaborasi untuk mencapai tujuan.

 

Fulfillment = Growth + Contribute

 

b.      Keterbukaan

Penyebab sulitnya membangun kebiasaan terbuka adalah karena pengalaman “disakiti/dilukai” oleh laparnya ego orang lain saat menunjukkan sedikit keterbukaan/kelemahan di hadapan orang lain tersebut. Penting untuk bisa membedakan antara “perilaku menyakiti” dan “merasa tersakiti”.

Kemampuan memahami perbedaan energi (energy polarity) antara feminin dan maskulin sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan batin satu sama lain. Misalnya, kebutuhan utama saat dominan energi feminin adalah: dilihat dan diperhatikan. Sedangkan saat energi maskulin yang mendominasi, kebutuhan utamanya adalah merasa berguna dan dibutuhkan.

Di samping rasa aman yang harus kita pastikan dapat dirasakan oleh pasangan, dibutuhkan penerimaan yang besar atas kelemahan pasangan. Tips agar lebih mudah menerima: “cari apa maksud baik dari semua ini?” Tanpa rasa aman dan penerimaan, tidak akan ada keterbukaan.

 

Terbuka = Merasa aman + Merasa diterima

 

c.       Respek

Respek tidak bisa dituntut/dipaksakan, hanya bisa didapatkan (earned) setelah trust terbangun. Respek hanya datang dari penerimaan dan kepercayaan. Yang dimaksud menerima bukanlah menerima perilaku buruk pasangan (keadaan saat ini), namun menerima proses bertumbuh bersamanya. Dalam Islam kita diperintahkan untuk bersabar. Namun, Allah juga menyatakan bahwa keadaan suatu kaum tidak akan diubah melainkan atas usaha kaum tersebut sendiri. Artinya, kita diperintahkan untuk sabar terhadap proses mengubah dari perilaku buruk ke perilaku yang diperintahkan Allah SWT (bertumbuh).

Dibutuhkan kemampuan adaptability atas beberapa hal seperti:

·         Kebiasaan

·         Karakter

·         Cara kerja

·         Cara belajar

·         Cara ambil keputusan

·         Cara atur keuangan

·         Gaya berpakaian

Tips lebih mudah menerima dan adaptable:

·         Apa pikiran yang melandasi ini?

·         Apa maksud baik dari perilaku ini?

Secret 3: Tahapan Membangun Hubungan Seru, Terbuka, dan Respek

a.       Step 1. Pastikan kecocokan dengan pasangan (memiliki tujuan yang sama, meyakini nilai dan prinsip yang sama)

Bagaimana jika ternyata tidak cocok (ada yang mengganjal)?

1.       Minta izin untuk deep talk

2.       Cari momen yang tepat

3.       Tentatif (sampaikan jika kita mungkin salah)

4.       Tunjukkan gap dengan data yang obyektif

5.       Buat kesepakatan bersama

b.      Step 2. Buat goals bersama berdasarkan Vision, Beliefs, Values

Goals dari 8 aspek kehidupan (wheels of life balance), sepakati dengan pasangan minimal 3 aspek prioritas.

Rancang bersama proposal hidup

·         Dinyatakan dalam kalimat positif

·         Bisa dilihat dan didengar

·         Kontekstual

·         Datang dari diri sendiri

·         Memiliki Langkah

·         Dalam jangka waktu

·         Menarik untuk dicapai

·         Memiliki KPI (Key Performance Indicator)

·         Ekologis

c.       Step 3. Terima dan Rayakan Perbedaan dengan Terbuka

Terima bahwa pria dan wanita itu sama-sama manusia, namun berbeda. Sumber penderitaan wanita paling besar dalam hubungan adalah berharap pria bisa menghadapi wanita seperti wanita. Dan ketika hal ini terjadi, pria tidak merasa didukung.

Wanita berharap bisa ngobrol, cerita, curhat dan support dari teman bicaranya. Ini adalah cara wanita mendapatkan oksitosin. Sedangkan pria mendapatkan stimulasi testosterone dari tantangan karir dan pekerjaan.

Luka masa lalu bisa menyebabkan munculnya wounded masculine dan wounded feminine, yang egonya haus dan lapar. Misalnya, wanita yang masa kecilnya fatherless akan merasa sangat haus perhatian pada pasangannya sehingga suami merasa dituntut dan merasa tidak mampu membahagiakan istrinya. Sedangkan pria yang masa kecilnya dituntut untuk menutupi emosinya, akan menjadi pribadi yang tidak mampu mengendalikan dan menyelesaikan emosi sehingga dapat merugikan secara ekologis.

Tips membangun trust: “If you wanna be trusted, you need to give them first.”

1.    Sentuhan akan meningkatkan bonding dan menandakan bahwa kita juga sudah memberi kepercayaan pada teman bicara.

2.    Eye Contact yang tepat akan membuat kata-kata yang kita ucapkan lebih mudah diingat.

3.    Bersikap Terbuka dan tidak menutupi kelemahan akan mentrigger trust dan respect dari teman bicara.

4.    Minta saran/feedback

5.    Minta tolong

6.    Menambahkan saldo emosi. “It’s not about how impressive you are, but about what emotion you give”. Debit saldo emosi: mendengar, memperhatikan, mengerti, menerima, menghargai, mengagumi, memberi, menyayangi

Makasih banyak Coach Jose atas ilmu yang disampaikan. Baru tau loh kalau ternyata Jose Aditya adalah nama panggung, dari akronim Jodoh Sejati. Seperti yang sering diingatkan oleh Coach Jose di podcast nya, bahwa Jodoh Sejati itu bukan hanya mampu memiliki, namun harus mampu menerima, dan merawat.

No comments:

Post a Comment