Hello, folks!
Beberapa hari yang lalu, aku ikut
webinar dari Trulav.id berjudul ‘After
You Say I Do’. Di webinar tersebut, peserta diajak memahami framework yang menjelaskan logika kenapa
hubungan susah seru, terbuka, dan respek, serta 3 step untuk memiliki relationship yang bisa works untuk jangka panjang. Let’s check it out.
Secret 1: Penyebab Relationship Susah Seru, Terbuka, dan Respek
Banyak pasangan yang nggak
memahami esensi dari membangun suatu hubungan/pernikahan. Mindset yang benar
yaitu relationship sebagai pelipatganda kebaikan dan kendaraan mencapai tujuan.
Kebanyakan awalnya merasa hubungan dengan pasangan seru dan nyambung sehingga
memutuskan untuk bersama. Namun, seiring berjalannya waktu, terungkaplah perilaku
buruk pasangan serta adanya ego yang lapar sebagai wujud dari luka batin yang
terjadi di masa lalu. Laparnya ego ini adalah penghalang pemahaman sehingga
berisiko merugikan secara ekologis. Ego lapar ini dapat diindikasikan dari
perilaku yang tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, sehingga
berakibat kacaunya segala aspek kehidupan (ekonomi, relationship, parenting,
dll). PR besar bagi pasangan dengan luka masa lalu adalah proses penyembuhan (trauma healing), sehingga akan
didapatkan self esteem yang penuh
sebagaimana fitrah manusia. Self esteem
(menyayangi, menerima, dan merasa diri berharga) perlu dimiliki sebagai salah satu pondasi upgrade diri, di samping pemahaman
tentang Power Zone (kekuatan diri atas hal-hal yang bisa dikontrol).
Jika pernikahan tidak memiliki
tujuan yang jelas di awal, kemudian dibiarkan berlarut-larut dan ditambah tidak
adanya keterbukaan, maka yang terjadi adalah hubungan akan minim respek. Fatal akibatnya jika tidak dibarengi dengan pertumbuhan kedewasaan antara suami
dan istri.
Kesimpulan: Kecocokan +
Keterbukaan = Respek
Secret 2: Tiga Hal yang Bikin Relationship Long Last
a. Kecocokan (compatibility) adalah kesamaan antara tiga komponen yaitu
tujuan (vision), hal-hal yang
diyakini (beliefs), dan prinsip/nilai
(values) adalah hal yang sangat
membantu jika terjadi konflik. Setelah
Terbukti Cocok, Biasakan Terus Bangun Keakraban (Keseruan yang berkelanjutan)
Tugas utama otak
manusia adalah kemampuan bertahan hidup (survivability),
sehingga kita akan merasa aman jika berbicara dengan orang yang memiliki kemiripan
dengan kita. Manusia cenderung menolak pemikiran dari orang yang tidak akrab /
tidak mirip pola pikirnya dengan kita. Kemiripan pola pikir jauh lebih kuat
daripada sekedar bahasa tubuh dan verbal. Seru yang berkelanjutan adalah
hubungan yang tumbuh ke arah yang sama dan pada akhirnya akan berkolaborasi
untuk mencapai tujuan.
Fulfillment = Growth + Contribute
b.
Keterbukaan
Penyebab
sulitnya membangun kebiasaan terbuka adalah karena pengalaman “disakiti/dilukai”
oleh laparnya ego orang lain saat menunjukkan sedikit keterbukaan/kelemahan di
hadapan orang lain tersebut. Penting untuk bisa membedakan antara “perilaku
menyakiti” dan “merasa tersakiti”.
Kemampuan
memahami perbedaan energi (energy
polarity) antara feminin dan maskulin sangat dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan batin satu sama lain. Misalnya, kebutuhan utama saat dominan energi
feminin adalah: dilihat dan diperhatikan. Sedangkan saat energi maskulin yang
mendominasi, kebutuhan utamanya adalah merasa berguna dan dibutuhkan.
Di samping rasa aman
yang harus kita pastikan dapat dirasakan oleh pasangan, dibutuhkan penerimaan
yang besar atas kelemahan pasangan. Tips agar lebih mudah menerima: “cari apa
maksud baik dari semua ini?” Tanpa rasa aman dan penerimaan, tidak akan ada
keterbukaan.
Terbuka = Merasa
aman + Merasa diterima
c.
Respek
Respek tidak
bisa dituntut/dipaksakan, hanya bisa didapatkan (earned) setelah trust
terbangun. Respek hanya datang dari penerimaan dan kepercayaan. Yang dimaksud
menerima bukanlah menerima perilaku buruk pasangan (keadaan saat ini), namun menerima proses bertumbuh bersamanya. Dalam
Islam kita diperintahkan untuk bersabar. Namun, Allah juga menyatakan bahwa
keadaan suatu kaum tidak akan diubah melainkan atas usaha kaum tersebut
sendiri. Artinya, kita diperintahkan untuk sabar terhadap proses mengubah dari
perilaku buruk ke perilaku yang diperintahkan Allah SWT (bertumbuh).
Dibutuhkan
kemampuan adaptability atas beberapa
hal seperti:
·
Kebiasaan
·
Karakter
·
Cara kerja
·
Cara belajar
·
Cara ambil keputusan
·
Cara atur keuangan
·
Gaya berpakaian
Tips lebih
mudah menerima dan adaptable:
·
Apa pikiran yang melandasi ini?
·
Apa maksud baik dari perilaku ini?
Secret 3: Tahapan Membangun Hubungan Seru, Terbuka, dan Respek
a. Step
1. Pastikan kecocokan dengan pasangan (memiliki tujuan yang sama, meyakini
nilai dan prinsip yang sama)
Bagaimana jika
ternyata tidak cocok (ada yang mengganjal)?
1.
Minta izin untuk deep talk
2.
Cari momen yang tepat
3.
Tentatif (sampaikan jika kita mungkin salah)
4.
Tunjukkan gap dengan data yang obyektif
5.
Buat kesepakatan bersama
b. Step
2. Buat goals bersama berdasarkan Vision,
Beliefs, Values
Goals dari 8 aspek kehidupan (wheels of life balance), sepakati dengan
pasangan minimal 3 aspek prioritas.
Rancang bersama
proposal hidup
·
Dinyatakan dalam kalimat positif
·
Bisa dilihat dan didengar
·
Kontekstual
·
Datang dari diri sendiri
·
Memiliki Langkah
·
Dalam jangka waktu
·
Menarik untuk dicapai
·
Memiliki KPI (Key Performance Indicator)
·
Ekologis
c. Step
3. Terima dan Rayakan Perbedaan dengan Terbuka
Terima bahwa
pria dan wanita itu sama-sama manusia, namun berbeda. Sumber penderitaan wanita
paling besar dalam hubungan adalah berharap pria bisa menghadapi wanita seperti
wanita. Dan ketika hal ini terjadi, pria tidak merasa didukung.
Wanita berharap
bisa ngobrol, cerita, curhat dan support dari teman bicaranya. Ini adalah cara
wanita mendapatkan oksitosin. Sedangkan pria mendapatkan stimulasi testosterone
dari tantangan karir dan pekerjaan.
Luka masa lalu
bisa menyebabkan munculnya wounded
masculine dan wounded feminine,
yang egonya haus dan lapar. Misalnya, wanita yang masa kecilnya fatherless akan
merasa sangat haus perhatian pada pasangannya sehingga suami merasa dituntut
dan merasa tidak mampu membahagiakan istrinya. Sedangkan pria yang masa
kecilnya dituntut untuk menutupi emosinya, akan menjadi pribadi yang tidak
mampu mengendalikan dan menyelesaikan emosi sehingga dapat merugikan secara
ekologis.
Tips membangun trust: “If you wanna be trusted, you need to give
them first.”
1.
Sentuhan akan meningkatkan bonding dan
menandakan bahwa kita juga sudah memberi kepercayaan pada teman bicara.
2.
Eye
Contact yang tepat akan membuat kata-kata yang kita ucapkan lebih mudah
diingat.
3.
Bersikap Terbuka dan tidak menutupi kelemahan
akan mentrigger trust dan respect dari teman bicara.
4.
Minta saran/feedback
5.
Minta tolong
6.
Menambahkan saldo emosi. “It’s not about how impressive you are, but about what emotion you
give”. Debit saldo emosi: mendengar, memperhatikan, mengerti, menerima,
menghargai, mengagumi, memberi, menyayangi
Makasih banyak Coach Jose atas
ilmu yang disampaikan. Baru tau loh kalau ternyata Jose Aditya adalah nama
panggung, dari akronim Jodoh Sejati. Seperti yang sering diingatkan oleh Coach
Jose di podcast nya, bahwa Jodoh Sejati itu bukan hanya mampu memiliki, namun
harus mampu menerima, dan merawat.
No comments:
Post a Comment