Thursday, January 30, 2014

Kebiasaan Baru

Akhir-akhir ini lagi suka nontonin videonya Dr.Zakir Naik di Youtube. Jadi Dr. Zakir Naik adalah ahli perbandingan agama-agama gitu, beliau juga seorang dokter medis. Wuih, kerennya maksimal dokter asal India ini. Mau ditanya apa aja soal Islam, pasti bisa dijawab dengan bahasa yang ringan jadi orang yang nanya ga merasa disudutkan. Dia bisa ngebandingin kesalahan di kitab lain dan ngebuktiin kalau Al Quran adalah kitab yang sempurna. Sampe ayat-ayat di dalam injil dan kitab lainnya pun hafal. Tentunya Al Qur’an juga udah hafal lah ya. Jenius banget deh ini ustadz kayaknya.


Tiap habis nonton itu entah gimana jadi ngerasa deket sama Allah. Terus mikir, di umur yang ke-22 ini apa ya yg udah aku lakuin buat Allah? Sholat aja sering di akhir waktu, sholat dhuha males-malesan, tahajud apalagi, dosa aja dibanyakin -,-

Ngelirik Al Qur’an di meja, eh sampai berdebu gitu saking jarangnya tersentuh. Baca sih kadang-kadang, tapi paling pol cuma 2 halaman pas habis maghrib. Tadabbur isinya boro-boro. Malesnya itu lho, nggak ketulungan. Gimana mau bisa punya pengetahuan yang luas kayak Dr. Zakir Naik T,T

Mau gimana dong, bisikan setan kenceng banget ke aku. Baru baca bentar, terus baca terjemahannya sebaris dua baris, udah kesambet virus ngantuk.


Pas banget beberapa waktu yang lalu aku diajakin seorang teman buat ikut program tilawah ODOJ (One Day One Juz), yang ternyata emang lagi rame ya. Jadi kalo kita pengen ikutan ODOJ, kita mesti daftar dulu di web nya, terus nanti bakal dihubungi via Whatsapp, dan nantinya sama admin kita dibikinin grup Whatsapp yang isinya 30 orang. Tiap orang dalam grup dapat jatah membaca satu juz per harinya dengan urutan yang sudah disepakati di awal. Misalnya nih, aku dapat jatah mulai baca dari juz 21, sementara temanku mulai dari juz 30. Nah besoknya aku lanjut ke juz 22 dan temanku lanjut ke juz 1, jadi bacanya nggak loncat dan kalo kita tiap hari baca pasti bakal khatam 30 juz deh selama sebulan. Asik kan?

 

Terus biasanya di kasih waktu, misalnya jam 5 sore 30 orang ini harus sudah selesai baca juz bagiannya masing-masing. Yang ga keburu, bisa minta perpanjangan waktu. Yang ga bisa (dengan alasan yg kuat tentunya) bisa minta tolong temen di grup tersebut buat ngegantiin dia baca juz bagiannya. Di lelang gitu. Bisa bagi-bagi halaman, bisa satu orang ngebantu baca semua juz.

Kapan lagi ada yang maksa buat ngaji. Pastinya semua muslim taulah ya manfaat mempelajari Qur’an. Jangankan mau mempelajari isinya, bahkan tiap huruf yang dibaca aja udah dihargai 10 kali lipat kebaikan sama Allah. Apalagi buat para penghafal Al Qur’an, dijanjiin sama Allah bakal ditempatin di surga-Nya yang tertinggi karena jumlah tingkatan surga itu ternyata sejumlah ayat dalam Al-Qur’an yang mereka hafal itu. Jadi otomatis para penghafal Al-Qur'an adalah penghuni surga derajat tertinggi. Aaaaa *ngiler to the max*. Nih baca aja disini sama disini kalo nggak percaya.


Parahnya aku nggak langsung daftar begitu tau program ini, masih mikir mikir. Bisa nggak ya nanti baca satu juz sehari. Secara eke kan lagi ujian cyin, belum lagi bentar lagi udah pkpa industri. Duh berat rasanya, nggak mungkin sanggup. Gimana kalo besok ujiannya susah dan belajarnya belom selesai. Gimana kalo pas pkpa ntar lembur terus capek, terus ga sempet baca.
Astaghfirullah, maafkan saya ya Allah yg beginian masih kebanyakan mikir :(

Tapi entah dapat dorongan darimana, akhirnya bismillah aja daftar ODOJ. Aku bertekad nggak akan mau minta perpanjangan waktu atau lelang juz bagian aku. Baca novel 500 halaman sehari aja bisa, Nonton drama berjam-jam sehari juga bisa. Baca 1 juz doang mah gampang laah. Pasti bisa asal mau ngatur waktu. Kalo aku hari besoknya ujian atau praktek industri, malam sebelum tidur harus udah nyelesein jatah juz buat besoknya. Nanti sepulang ujian atau dari tempat magang bisa baca juz buat besoknya lagi. Kalaupun ga sempet baca dan harus begadang, ga masalah. Kalau lagi di perjalanan juga bisa lanjut baca dari handphone. Pokoknya ga ada kata males buat baca Al-Qur'an. TITIK.


Alhamdulillah sekarang udah jalan 5 hari, nggak pernah ngelelang juz bagianku ataupun minta perpanjangan waktu. Bahkan di hari ke-4 sama 5 ini aku bisa baca 2 juz karena ambil lelangan juz orang lain juga. Dan aku baru tau kalo ternyata baca 1 juz tuh maksimal cuma butuh waktu 1 jam lho. Kemana aja ya selama ini, 22 tahun hidup baru tau kalo 1 juz itu ternyata bisa dibaca secepat itu bahkan biasanya aku kurang dari 1 jam :o
Serunya kalo kita tilawah bareng2 kayak ODOJ ini, jadi lebih ngerasa terpacu. Fastabiqul khoirot lah. Apalagi kalo grup kita terancam ga khatam pada suatu hari, rasanya pengen ngabisin lelangan deh kalo ga harus ngapa-ngapain.

Ayo, yang masih pada jarang buka Qur’an nya, coba deh mulai sekarang dibiasain baca dikit-dikit. Dijamin gak bakalan nyesel, rasanya jadi adeem banget abis baca. Sebelum baca jangan lupa wudhu ya, terus jangan dilewatin juga sujud tilawah pas ketemu ayat-ayat tertentu biar makin sip. Baca Al-Qurannya, pahami artinya, hafalkan sedikit demi sedikit surat-suratnya biar Allah makin sayang sama kita :)

“Bacalah Qur'an kelak ia kan datang kepadamu di akhirat nanti dgn membawa Syafaat ” ( HR Muslim)

Nggak ada alasan buat nggak tilawah dong :D
Aku aja bisa masa kamu nggak sih? hehe

Tuesday, January 14, 2014

Selamat Ulang Tahun Bapak

Saya ingat setahun lalu pernah membaca  tulisan tentang Bapak di blog adik saya. Tepatnya setahun lebih sehari, karena Bapak saya berulangtahun kemarin. Yes, it's kinda late post. Dan sekali ini saya mau mencontek gaya adik saya bercerita, yang sialnya ditulis pakai bahasa inggris. Yowislah, tak apa. FYI, 'you' disini merujuk pada Ninis alias adik saya.

Talking about father. Just the same with you, I found this may sound ridiculous to those who have a warm relationship with their father. Quite unimportant too. But, this is us who know each other so well, though some people may think we are a pair of sentimental daughters. So, who cares.

That's all my prologue.

Yesterday actually was my father's birthday, and to be frank, I almost forget that special day. No. I'm just naturally forget because my day was truly distracted by exam. I congratulate him at 7 pm and I feel bad at him. The conversation between us by phone was like usual, flat and lack of expression. I wish him with all my best pray, health, wealth, and all sort of happines usually related. But I'm too shy to tell him directly. I wish I were there, gave him a proper birthday cake and birthday song. Then suddenly I realize that those things will be too awkward. You say that we posses lack-of-expressing-feeling-ability which is decreased from our parents. That's true. But I disagree that mine is better than yours.

I am a bit touched when read your lines:
"When i'm younger and still home, i realize my dad is the one reminds my mom to call my sister who was in college out of town.
When my mom gave me pocket money, he is the one who always gives me addition. Haha.
When i have to make any important decision, he never ever ever force me to do as he wants.
Up until know, he is the one who drives his spoiled princess-wannabe everywhere. 
(And even my mom passed away after he drop her off once. So you see that..)"
Then I totally agree with your another line (because I'm too lazy to write):
"I'm not close to him, i mean i never tell him about my crush, or hang out somewhere just two of us, and even a once a week phonecall with him. He never ask me how was my day and so I. And I envy those hugs my friends have with their fathers. I never get him to tell my sisters and I how he met my mom. I also never have him singing in my lifetime if you could imagine. We just talk about schools, foods, some unfunny jokes, family and relatives, TV shows, and other boring topics you would talk about with a stranger rather than the man who has been with you since you bloom in your mama's uterus."
Maybe just this little line didn't match us anymore since last year:
"I even never get into conflict with him..."
Once in my life, I saw him cry. First and there will never be the twice. I regret it much till now for those mistakes, making him sad like that. Though I can say that none of us was totally wrong, but our point of views were totally different indeed. Maybe this sounds like an excuse, but I don't feel like having my dad on my side, sharing what we actually feel. Then when the issue popped up like a thunder, was I wrong to react that harsh? Definitely I want to see him happy, just being disturbed by the inappropriate timing.

Even now, I haven't fixed up every details. Yes, we're look like getting along well. I try to compromise with all of he wants sincerely and he always fulfill all of our needs. We're just passing a hardship right now, and that's all. Stay strong and be blessed, Bapak! My only one angel left behind.

doodling ninis *diambil tanpa ijin dari blognya*

Jogja-Malang Sehari

Kali ini saya mau bercerita soal perjalanan saya dan teman-teman kemarin ke nikahan salah satu sahabat kami, Mely, di Malang. Rencana perjalanan ini memang kami susun superkilat karena waktu acara yang terjepit di tengah-tengah musim ujian. Jujur saja yang bikin saya selalu excited ke Malang tidak lain karena kota tersebut adalah kota asal pria-tanpa-hubungan-darah-kesayangan saya, sayang dia kali ini tidak bisa ikut.


Kami merencanakan ke Malang naik kereta ekonomi AC yang di tiket tertulis berangkat Jumat 10 Januari jam 22.15. Siangnya ketika saya sedang bersama pacar, Uut mengirim wa bahwa nanti kumpul jam 21.30 di kosan saya. Tapi atas masukan dari pacar saya, jam kumpul dimajukan jadi jam 21.00 karena menurutnya wanita itu repot dalam hal bepergian jadi dia khawatir kami akan terlambat.

Benar saja dugaannya. Jam 21.00 baru Lely yang datang ke kosan. Saya? Packing sudah selesai sebenarnya hanya saja banyak yang kelupaan, jadi bolak-balik deh ke atas. Sekitar 21.30 sudah  bertambah Glory, Novi, dan Elsa. Daaannn...ternyata belum ada seorang pun di antara kami yang sudah memesan taksi untuk ke stasiun Tugu -____-

Singkatnya kami memesan 2 taksi sedan sembari menunggu 2 personel lain, yaitu Uut dan Pritha datang. Tepat pukul 22.00 taksi datang, tapi parahnya hanya 1 taksi yang datang. Akhirnya demi mengejar kereta kami ber-pepes ria di dalam taksi sedan, dengan total muatan 8 orang (+supir).

Hari sabtu 11 Januari, kami sampai di Malang disambut hujan, kabut, dan Bintang (pacar Pritha). Kami memutuskan mencari masjid untuk solat Subuh. Dan disinilah masalah lain muncul. Pertama kali dalam hidup kami, ketika ke masjid diwawancara oleh ibu tukang bersih-bersih masjid, "mau ngapain kesini", "jam segini kok baru solat", dan saya yang saat itu sedang tidak solat dan sedang antri ke kamar mandi dihardik olehnya "ayo cepet cepet mbak, jangan lelet, waktunya udah habis, mau tak bersihin" (oke fix nggak jadi pipis, time is out ya Bu -__-)


Kejadian buruk tadi dilupakan setelah kami makan nasi daging yang cukup enak sebelum kami ke rumah pacar (sedikit cerita, perjalanan kami disupport oleh pacar saya yang baik hati menelpon mamanya sebelum kami berangkat semalam, sehingga kami tidak perlu luntang lantung di pom bensin). Sedihnya lagi di jalan sekitar kampus UB kami melihat kecelakaan cukup parah yang dialami seorang mbak-mbak tepat di depan mobil kami. Bahagianya sesampai di rumah tujuan, sambutan dari mamanya pacar saya sangat menyenangkan meskipun saya pasti terlihat grogi setengah mati :B

Oke kita skip dan langsung ke bagian klimaks dari cerita ini. Perjalanan ke tempat nikahan Melly ternyata superjauh dan macet. Di tengah kemacetan di jalan yang nggak seberapa luas, tiba-tiba ada mobil nyalip mobil kami dari kiri sampai melewati jalur sampai akhirnya mobil kita berdua sama-sama stuck. Eh, pengemudi mobil itu yang ternyata adalah sesosok ibu-ibu sosialita berkrudung hijaber gaul kacamataan ungu dengan alis merahnya keluar dari jendela mobilnya marah-marah kayak orang kesurupan sambil mengacung-acungkan jempolnya ke bawah menyuruh kami untuk mundur. Pelis deh ibu, gimana kami mau mundur di saat kanan rame mobil dan belakang dipepet mobil. Si ibu sama sekali tidak mau mengalah untuk memutar stirnya ke kiri sedikit dan terus memaki kami. Bintang akhirnya mundur pelan-pelan dan maju untuk melanjutkan perjalanan.

Di tengah jalan kami baru sadar kalau ternyata si ibu kesurupan mengikuti kami sambil membunyikan klakson terus menerus sepanjang jalan hingga kami menepi. Di tepi jalan yang super macet, ibu itu memaki kami sekencang-kencangnya seakan-akan kami tunarungu (malu woy). Si ibu memaksa kami sekarang juga memperbaiki mobilnya yang ternyata tergores. Kami yang sedang terburu-buru meminta ibu kesurupan itu untuk menunggu sampai setelah acara nikahan dengan jaminan KTP dan uang, tapi dia tetap nggak mau dan malah makin menjadi-jadi bahkan sempat terjadi perebutan kunci mobil yang dramatis di antara ibu itu dan Pritha. Hingga akhirnya saya dan Uut jadi sandera di mobil ibu kesurupan dan disinilah penderitaan kami berdua dimulai. Sepanjang perjalanan ke bengkel nggak sedetik pun si ibu diam kecuali memaki dan menyumpah, mulai dari "temen kalian tuh bilangin nggak usah bawa mobil kalo nggak becus nyetir.", "urusan saya nih banyak bukan cuma buat ngurusin hal-hal kecil kaya gini", "nyupir aja lelet ky gitu", "jalan pake dibenerin segala", "eh denger gak kalian??!!", "?@!#&#$*^" . Pengen banget tanya, belajar nyupir dari kapan sih bu, kasar banget nyetirnya. Beneran lho kepentok pentok mulu pas disupirin ibu kesurupan.


Sampai disini saya sempat kepikiran, kenapa si ibu nggak coba casting jadi pemeran ibu ibu antagonis di sinetron, mantep banget teriakannya. Saya sih nggak  memasukkan ke hati hinaan cacian orang gila kaya gitu, tapi kayaknya uut dari tadi nahan nangis. Bingung juga mau ngapain, saya sendiri bukan orang yang pintar membalas cacian jadi saya diam, toh ngomong apapun pasti nggak akan didenger juga sama si ibu. Kasian sama anaknya yang duduk di jok depan, masih kecil dan polos banget mukanya. Semoga kamu tumbuh jadi anak yang sabar dan nggak preman kaya ibu kamu ya, Dek :')

Bener, sampai bengkel kita balik ke mobil semula dan tangisnya Uut pecah dong. Semua jadi ketularan sedih. Semua berakhir dengan membayar biaya bengkel dimana si ibu ngotot ke tukang bengkel, hari itu juga mobilnya harus selesai diperbaiki. Spekulasi kami sih, ibu2 tadi udah biasa kena masalah di jalan, takut dicerai suaminya kalo ketauan mobilnya kenapa napa lagi, takut nggak punya uang lagi buat ngecat alis sama kukunya.

Sesampai di nikahan udah keliatan terharu banget kita pada bengkak itu mata, bertemu Melly yang hari itu super cantik dengan gaun emas yang juga cantik banget :3


Tibalah di kesedihan terakhir haha. Travel yang seharusnya menjemput kami dan Fica dkk telat datang, bahkan sampai Melly dan keluarganya pulang. Alhasil kami yang menggelandang di emperan masjid depan tempat nikahan pun cuma bisa sabar dan menghitung detik demi detik kedatangan travel, yang untungnya cukup nyaman.

Hari minggu 12 januari dini hari, Alhamdulillah kami sampai di kos masing-masing dengan selamat setelah melalui 24 jam perjalanan yang luarbiasa.


Yah..dijadikan pelajaran saja, agar kita bersikap sesuai dengan umurnya dan nantinya kita bisa menjadi orangtua yang sabar dan nggak gampang kesurupan :p
Buat Melly, semoga menjadi keluarga yang sakinah dan berbahagia sampai maut memisahkan. Kalau ada masalah berat tolong diingat Me perjuangan teman-teman kamu untuk datang ke hari bahagia kamu.

Terimakasih sebesar-besarnya saya ucapkan untuk pacar saya dan keluarga serta Bintang yang telah mensupport perjalanan kami kemarin. Semoga di perjalanan-perjalanan mendatang tidak diwarnai kericuhan seperti ini lagi haha.

Terimakasih untuk yang sudah sudi membaca :)

First

Halo :D
Saya Rina, 22,5 tahun, mahasiswa.

Ini post blog pertama saya. Bikin blog adalah salah satu hal yang saya inginkan sejak saya masuk kuliah pertama kali (4 tahun yang lalu) dan parahnya baru kesampaian sekarang setelah saya lulus S1. Bagi anda yang mengenal saya pasti cukup tahu tingkat kemalasan saya yang terbilang kronis. Tapi seiring bertambahnya umur, saya sedang berusaha untuk menjauh dari kemalasan.

Sampai-sampai sekarang di kamar ada tempelan: 
"Aku berlari menjauh dari kemalasan, dan kemalasan itu tidak mengejarku lagi. Capek katanya..."
Absurd ya, biarlah XD

Kenapa judul blog ini 'wake up sleepyhead'? karena saya seorang pengidap somnolensce alias tukang tidur tanpa pandang tempat dan waktu, sampai nggak sadar banyak hal terlewat dari hidup ini cuma gara-gara waktu saya habis di alam mimpi.

Selain pemalas dan ngantukan saya juga pelupa. Jadilah saya menulis. Kalau orang lain menulis untuk diingat, saya justru menulis untuk mengingat.

So, here it is my new personal blog. Semoga menjadi tonggak hilangnya kemalasan dari hidup saya.
Mohon dukungannya ya, hihi.