Friday, June 13, 2014

Dear You, My Growing Up Partner

I always admire you as a whole package man. You're brilliant, creative, funny, courageous, big hearted, so irresistible to be loved. What I've known is that you may not be the most understandable person for a simple minded people like me. Sometimes you think as way much complicated than I. It makes me feel like a very very bad girlfriend :(

Just in case you don't know or you don't remember, what I only want is being considered for every single big decision you made in your life. I hate thinking about the painful feeling you'd try to hold alone.You may think if I would judge you or anything, but you know, I never do. And I don't want to force you to believe me.

Finally, the matter is about that much love I have for you. How hard it may be for me to understand, don't be bored to explain to me. And about how questionable path you jump, just be sure that I'll always be the best supporter you can rely on. That's what a spouse supposed to do in my opinion, to support and cherish each other.

Hmmmmmhhh..
Being grown up is not as easy as it seems...

Monday, June 9, 2014

Pharmaceutical Care di Kehidupan Nyata

Mumpung besok adalah jadwal ujian Pelayanan Farmasi untuk ke-3 kalinya (iya kamu nggak salah baca, ini ujian KETIGA), mau nggak mau jadi memutar kembali ingatan saya bahwa ternyata bekerja sebagai farmasis di bidang pelayanan tidak semudah yang dipikirkan. Singkatnya, apa yang akan saya tulis kali ini cuma berdasar apa yang saya alami pas praktek kerja selama 1,5 bulan kemarin di Puskesmas dan Apotek. 

Di Puskesmas, meski resepnya SANGAT banyak (tembus 200an per 4 jam), tapi bisa dibilang lebih mudah dijalani daripada bekerja di apotek ramai macam kosud. Dengan obat yang jauh lebih sedikit macamnya, pasien yang hampir setipe, seringnya tidak terlalu banyak menuntut selain hanya butuh didengarkan, dan terhitung sangat mudah untuk diberikan masukan.

Kalau kerja di apotek gimana rasanya? Jelas capek banget, sama sekali nggak menyangka kalau apotek kecil tempat saya PKPA itu ramainya luar biasa. Anda harus bisa tahu lokasi-lokasi obat, kegunaan obat, bahkan harga obat harus perlahan dihafal karena komputer input hanya dua. cuma satu kata yang menggambarkan hari pertama saya bekerja: LUARBIASA. For your information, saat pertama berada ke ruang racik yang berisi ribuan (?) item obat itu kepala rasanya mau pecah, teman saya bahkan bilang kalau saya benar-benar pucat di hari pertama itu. Alhamdulillah sih nggak sampai pingsan ya -_-

Bekerja di pelayanan tidak semudah yang saya bayangkan. Tapi, ada hal yang mungkin gak akan saya alami tanpa saya pkpa di apotek dan puskesmas, hal-hal yang cuma ada di kuliah atau kejadian yang hanya ada di TV, ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata.

1. Saat di puskesmas ada seorang kakek berumur 80 an tahun yang berobat sendiri, bahkan kaki kakek itu sudah nggak kuat lagi jalan ke meja penyerahan obat. Saya hampiri dan ajak ngobrol, ternyata kakek itu hidup sebatang kara, nggak punya istri apalagi anak.  T.T

2.  Di puskesmas juga, pas lagi nyebar kuesioner, salah satu ibu-ibu responden bercerita ke saya hampir 1 jam (padahal puskesmas buka cuma 4 jam) tentang pemecatan massal yang menimpa dirinya dan suaminya dari pabrik pembuat pesawat satu satunya di Indonesia. Lebih dari sepuluh tahun berlalu, ibu tersebut dan kawan-kawannya masih saja gigih memperjuangkan haknya yang belum dipenuhi perusahaan. Entah kenapa waktu 1 jam itu nggak berasa.

3. Saat terpaksa harus menginterupsi curhatan panjang seorang bapak tentang rasa sayangnya kepada sang putera yang sakit jiwa sejak SD hingga sekarang sudah 30 tahun lebih usianya (salut, tapi mau gak mau dipotong ceritanya krn ga enak sama antrian panjang di belakangnya huhu)

4. Saat ada mas mas gondrong seumuran saya berobat ke puskesmas yang mencoba mengkritisi penggunaan kata 'saya' sebagai kata ganti (semoga cepat sembuh ya mas haha)

5. Saat ada seorang ibu muda datang ke apotek meminta obat untuk tukang kebunnya yang mengeluh kalau alat kelaminnya bernanah (salah nggak kalau jadi mikir aneh aneh?.__.)

6. Saat ada seorang pria sepuh bergelar profesor datang ke apotek dan memberi kuliah, menanyakan obat dan mulai membicarakan ikatan kimia dan reseptor.

7. Saat muncul dosen muda super ganteng seperti di sinetron dan meminta rekomendasi saya obat untuk memperlancar ASI (padahal ga ngerti apa apa haha)

8. Saat harus menghadapi seorang dosen yang cukup disegani oleh karyawan kosud datang membeli obat ke apotek hampir 3x tiap minggu, selalu membuat saya merasa bodoh karena tidak bisa menjawab pertanyaan - pertanyaan ngetes beliau.

9. Saat datang seorang kakek ke apotek, meminta barang bernama 'sedot ingus' yang ternyata adalah vicks inhaler -___-

10. Saat orang-orang pergi ke apotek layaknya berbelanja di toko permen, bahkan tren yang muncul sekarang kebanyakan orang membeli obat bukan karena kebutuhan tetapi untuk menghabiskan anggaran belanja.

11. Saat seorang ibu mengeluhkan penyakitnya yang beragam dan saya hanya bisa mendengarkan lalu berujar tulus 'Semoga lekas sembuh ya, Bu' maaf gak bisa konseling, ilmunya kurang :(

12. Saat datang seseorang membawa sebuah tablet putih tanpa bungkus apapa, hanya berkata itu untuk obat sendi, dan saya disuruh mencari itu obat apa diantara ribuan obat berbungkus dan berlabel di apotek zzz

Nyata kan? itu yang saya sebut LUAR BIASA, bahwa seorang apoteker tidak hanya harus menghafal kegunaan suatu obat, tapi juga harus mengetahui caranya bertindak saat muncul pasien dengan keinginan ataupun cerita yang LUAR BIASA.

Sunday, June 8, 2014

...bila memang benar kita adalah rangkaian kalimat, 

maka aku akan terus menulis.

Friday, June 6, 2014

Meet New Family!

Sebulan PKPA di Apotek Kosudgama itu PKPA yang nanggung menurut aku. Baru juga ngerasa deket sama orang2 kosud, tau tau udah perpisahan aja hiks. Memang sih di sini kami kerjanya bisa dibilang lebih lama daripada anak-anak yang PKPA di apotek lain. Sehari dibagi dua shift saja, yang mana kosud buka dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam. Tapi berhubung kondisi apotek yang ramainya parah, jadi nggak gitu kerasa deh 6,5 jam. Apalagi kerjanya bareng orang - orang yang nyantai dan gak pernah marah ke kami. Ternyata kerja di apotek menyenangkan juga lho. Ada semacam euforia gitu saat pasien mengucapkan terimakasih ke kita, hihi

Herannya, kenapa ya semua orang di kosud baiiik banget. Mau karyawan aslinya, sampai staf sales promotion yang hampir-hampir gabisa dibedain dari karyawan situ saking lamanya nongkrong di kosud, semuanyaah pokoknyah. Bahkan tiap hari di Kosud tuh adaa aja yang bawa makanan, nggak pernah kelaperan deh kita XD

Pakdhe yang sukanya muter youtube dari ceramah mama dedeh sampe campursari, yang pernah dibikin repot sama kesleboranku yang nggak sengaja bikin satu etalase obat terkunci dan mesti dibuka paksa huhu, yang di hari ultahnya kami semua kecipratan makan gratis (sehat selalu ya, Pakdhe!) Mbak Ulfah yang sibuuuk banget ngorder sesiangan, yang kalo pulang ke Ponorogo naik travel yang sama bareng aku. Mbak Rina yang suka nonton mas mas India di sinetron Mahabarata, yang kalo ngomong kencengg dan sering bikin ngakak. Mbak Tami dan Mbak Wiwit yang aku kira kembar awalnya (abis sama sama chubby imut gitu sih hihi), Mbak Lina yang demen nonton Meteor Garden sampe Man from Another Star. Mas Dwi sang AA ganteng nan selalu bisa diandalkan, yang kalo bikin playlist yutub suka random. Mbak Ami Seaquill yang suka minum Chrysanthemum (enak loh ternyata, walau sepintas mirip pipis kuda -_-). Mbak Rina Wellness yang hampir tiap hari ngajakin beli ayam geprek. Mbak Irma Natur E yang udah punya anak satu tapi centilnyaa ibarat anak remaja. 

Yang bikin salut juga tentunya adalah Ibu Susi yang dedikasinya luarbiasa buat apotek ini di usia beliau yang tidak muda lagi. Hebat banget loh Bu Susi ini, pagi sampai sore ngajar, pulang sebentar lalu stay di apotek sampai malam. Hampir tiap hari kaya gitu, padahal rumah beliau lumayan jauh dari kosud.

Terimakasih banyak keluarga besar apotek kosudgama yang telah berkenan menjadi keluarga kedua kami selama sebulan ini, semoga semuanya selalu sehat dan diberkahi Allah SWT, gonna miss you all :')

cuma tiga foto ini di kamera aku, gegara kehabisan batre :(