Friday, October 10, 2014

JHB-SG-Penang-KL-Melaka (DAY MINUS BANYAK)

Ps: Ceritanya pengen bikin seri dokumentasi perjalanan yang dilakukan oleh saya (Rahmi), Nurul, Annishfia, dan Metha pada tanggal 6-17 Agustus 2014 yang lalu. Kalau berminat nyimak, monggo :D
Berkunjung ke luar negeri adalah mimpi yang bagiku entah kapan bakal kesampaian. Almarhumah ibuku dulu jarang memberikanku izin untuk bepergian jauh, aku tahu beliau selalu mengkhawatirkan kondisi fisikku yang di matanya sangat lemah ini. Tapi akhirnya di penghujung statusku sebagai mahasiswa akhirnya kesampaian juga keinginan untuk travelling ke luar Indonesia. Yeayyyyy! Seandainya ibuku masih ada pasti juga dibolehin kok, yakin. Ehehehe.
Berkat kegigihan kawan-kawanku nongkrongin website Air Asia siang malam, berhasil juga kami memperoleh tiket promo Jogja-Johor Bahru, walaupun sebenarnya bagiku tidak murah juga sih hehe. Kesulitan pertama adalah tidak ada satupun dari kami yang memiliki Klik BCA, hingga proses booking tertunda berhari-hari. Akibatnya, harga tiket makin naik hingga 200 ribuan dari target awal kami. Lelah menunda lebih lama lagi, tiket pergi-pulang (Jogja-JHB dan JHB-Jogja) untuk empat orang dengan mantap kami beli tepat sebulan sebelum musim ujian komprehensif.
alhamdulillah dapet juga tiket setelah berhari hari tarik ulur
                Sebagai kaum yang tidak mau merugi, kami membeli tiket dengan keberangkatan tanggal 6 Agustus dan kepulangan tanggal 17 Agustus. Harga tiket di kedua tanggal tersebut adalah yang paling ekonomis di antara hari-hari lain di bulan agustus ini. Pertimbangan lainnya adalah agar perjalanan kami tidak terlalu rusuh dan terburu waktu. Tapi tetap saja,  dua belas hari adalah waktu yang menurutku sangat lama. Kondisi keuangan yang minim, serta pengalaman yang nol dalam dunia per-backpacking-an menjadi beberapa alasan kekhawatiranku.
                Bulan demi bulan selama menanti tanggal 6 Agustus, kami lalui dengan berdoa memohon rezeki runtuh dari langit. Bukannya sibuk belajar, kami justru menyibukkan diri dengan macam-macam ikhtiar demi mengais rupiah. Mulai dari berjualan nasi saat registrasi mahasiswa baru, berjualan DVD konser artis korea, jualan jilbab, kerja serabutan dari menulis artikel sampai mencari gambar untuk content blog.
                Ujian demi ujian rasanya ingin segera kami libas karena adanya trip seru yang menanti kami. Berbagai persiapan dari membuat paspor, menyusun rencana perjalanan, memilih hostel yang cocok, anggaran kasar yang perlu kami siapkan, tukar uang, sampai membeli remeh temeh yang kami harap bisa menghemat pengeluaran dollar maupun ringgit kami nanti. I admit that I didn’t have any significant contribution for those, hehehe. Teman-temanku memang super :*
                Tidak sabar rasanya untuk bisa segera merasakan pengalaman baru yang jelas akan menguji fisik dan mental kami di negeri orang. Boleh dikata tujuan kami awalnya adalah liburan ke luar negeri dengan biaya serendah mungkin. Lebih dari itu, aku berharap agar perjalanan kami nantinya akan menjadi sebuah proses pembelajaran, bukan sekedar mengunjungi tempat, hanya demi mengatakan “We have been there. We have done it.
(Bersambung)

No comments:

Post a Comment