Ps: Ceritanya pengen bikin seri dokumentasi perjalanan yang dilakukan oleh saya (Rahmi), Nurul, Annishfia, dan Metha pada tanggal 6-17 Agustus 2014 yang lalu. Kalau berminat nyimak, monggo :D
Berkunjung ke luar negeri adalah mimpi yang bagiku entah kapan bakal
kesampaian. Almarhumah ibuku dulu jarang memberikanku izin untuk bepergian
jauh, aku tahu beliau selalu mengkhawatirkan kondisi fisikku yang di
matanya sangat lemah ini. Tapi akhirnya di penghujung statusku sebagai
mahasiswa akhirnya kesampaian juga keinginan untuk travelling ke luar Indonesia. Yeayyyyy! Seandainya ibuku masih ada pasti juga dibolehin kok, yakin. Ehehehe.
Berkat kegigihan kawan-kawanku nongkrongin website Air Asia
siang malam, berhasil juga kami memperoleh tiket promo Jogja-Johor
Bahru, walaupun sebenarnya bagiku tidak murah juga sih hehe. Kesulitan
pertama adalah tidak ada satupun dari kami yang memiliki Klik BCA,
hingga proses booking tertunda berhari-hari. Akibatnya, harga
tiket makin naik hingga 200 ribuan dari target awal kami. Lelah menunda
lebih lama lagi, tiket pergi-pulang (Jogja-JHB dan JHB-Jogja) untuk
empat orang dengan mantap kami beli tepat sebulan sebelum musim ujian
komprehensif.
Sebagai kaum yang tidak mau merugi, kami membeli
tiket dengan keberangkatan tanggal 6 Agustus dan kepulangan tanggal 17
Agustus. Harga tiket di kedua tanggal tersebut adalah yang paling
ekonomis di antara hari-hari lain di bulan agustus ini. Pertimbangan
lainnya adalah agar perjalanan kami tidak terlalu rusuh dan terburu
waktu. Tapi tetap saja, dua belas hari adalah waktu yang menurutku
sangat lama. Kondisi keuangan yang minim, serta pengalaman yang nol
dalam dunia per-backpacking-an menjadi beberapa alasan kekhawatiranku.
Bulan demi bulan selama menanti tanggal 6 Agustus,
kami lalui dengan berdoa memohon rezeki runtuh dari langit. Bukannya
sibuk belajar, kami justru menyibukkan diri dengan macam-macam ikhtiar
demi mengais rupiah. Mulai dari berjualan nasi saat registrasi mahasiswa
baru, berjualan DVD konser artis korea, jualan jilbab, kerja serabutan
dari menulis artikel sampai mencari gambar untuk content blog.
Ujian demi ujian rasanya ingin segera kami libas karena adanya trip
seru yang menanti kami. Berbagai persiapan dari membuat paspor,
menyusun rencana perjalanan, memilih hostel yang cocok, anggaran kasar
yang perlu kami siapkan, tukar uang, sampai membeli remeh temeh yang
kami harap bisa menghemat pengeluaran dollar maupun ringgit kami nanti. I admit that I didn’t have any significant contribution for those, hehehe. Teman-temanku memang super :*
Tidak sabar rasanya untuk bisa segera merasakan
pengalaman baru yang jelas akan menguji fisik dan mental kami di negeri
orang. Boleh dikata tujuan kami awalnya adalah liburan ke luar negeri
dengan biaya serendah mungkin. Lebih dari itu, aku berharap agar
perjalanan kami nantinya akan menjadi sebuah proses pembelajaran, bukan
sekedar mengunjungi tempat, hanya demi mengatakan “We have been there. We have done it.”
(Bersambung)
No comments:
Post a Comment