Komunikasi yang terlalu timpang dan pincang dengan salah satu pihak yang berlebihan mendominasi. Tidak ada celah untuk mendengar pihak lainnya.
Ketika ada satu kesempatan pihak A berbicara, sehalus dan sewajar apapun
selalu dinilai negatif oleh pihak B dari sisi yang bahkan tak pernah terlintas sedikitpun di pikiran pihak A. Pola
pembicaraan yang menyudutkan dan teramat lihai membuat pihak A kalah dan terjatuh oleh
pukulan rasa bersalah. Melelahkan.
Mungkin benar pihak A yang kurang mengintrospeksi ke dalam,
bahwa mungkin ia tak kunjung dewasa dalam menilai persoalan. Satu-satunya yang menghibur pihak A adalah kenyataan bahwa pihak B sebentar lagi akan menapaki hidup yang lebih membahagiakan daripada saat ini.
No comments:
Post a Comment